Ternyata, Ini Alasan Adanya Tanda Forward Di Whatsapp - Info Teknologi Terkini

Ternyata, Ini Alasan Adanya Tanda Forward Di Whatsapp

Share This


Dihadirkannya fitur "forward" ternyata tidak semata-mata untuk memberitahu pengguna bahwa pesan tersebut diteruskan dari pengguna lain tapi juga dibuat untuk fungsi yang lebih penting.

Tujuan diciptakan label atau tanda itu tak lain adalah untuk mengurangi penyebaran pesan hoaks dan spam. Seperti yang diketahui pesan spam atau hoaks umumnya disebarkan atau diteruskan secara berantai dari satu pengguna ke pengguna lain. Dengan label itu penerima pesan pun akan mengetahui bahwa teks yang diterimanya adalah hasil terusan dari pengguna lain.

Ide ini dipaparkan oleh pihak Whatsapp disebabkan karena terjadinya pengeroyokan karyawan Google Dua Bulan lalu Tepatnya Bulan July 2018, Seorang pegawai Google telah dipukuli sampai tewas dalam pengeroyokan. Hal itu dipicu oleh pesan berantai WhatsApp palsu yang berisi kabar penculikan anak-anak di India.

Mohammad Azam dikeroyok bersama dengan dua temannya oleh 2.000 orang di distrik Bidar negara bagian Karnataka selatan. Polisi akhirnya menangkap 32 orang karena telah membuat Azam meninggal dunia karena dikira penculik anak-anak yang beredar di pesan berantai.

Teman-teman Azam, termasuk seorang warga negara Qatar, terluka parah dalam pengeroyokan. Tak cuma itu, akibat pesan berantai hoax ini lebih dari 20 orang telah digantung di India setelah dituduh menculik anak-anak dalam dua bulan terakhir.

Singkat cerita......

Pihak WhatsApp pun tak tinggal diam atas tragedi ini. WhatsApp telah berjanji untuk memperkenalkan fitur baru untuk menandai pesan yang diteruskan. Tetapi mereka menolak untuk mengintip konten pengguna karena perlindungan privasi.

Dengan adanya fitur ini pengguna jadi mengetahui bahwa pesan tersebut merupakan terusan dari orang lain. Sehingga jika menerima pesan berantai lebih baik jangan mudah percaya atau langsung meneruskan atau membagikan ke pengguna lain. Jika ada indikasi pesan hoaks sebaiknya laporkan pada lawan bicara.



No comments:

Post a Comment

Pages