Jangan Sampai Hal Ini Terjadi Pada Anak Anda Karena Kebebasan Main gadget - Info Teknologi Terkini

Jangan Sampai Hal Ini Terjadi Pada Anak Anda Karena Kebebasan Main gadget

Share This



Banyak Orang Tua yang menganggap anaknya sangat pintar saat bermain dengan Gadget, Jemari tangannya begitu lihai bak Orang dewasa sementara umur masih 2 atau 3 tahunan, Secara tidak sadar mereka telah menjerumuskan anaknya.

Penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.

Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bisa mematikan. Jadi sebelum berakibat fatal, stop penggunaan Gadget pada anak.

Berikut ini adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Sehingga bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.

1.         Mengganggu pertumbuhan otak

Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini seharusnya dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan. Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.

2.         Hambatan Perkembangan
 
Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.

3.         Gangguan Tidur

Dari hasil penelitian, 75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik saat tidur, dan anak butuh tidur yang cukup agar otaknya bisa berfungsi dengan baik.

4.         Gangguan Penglihatan

Kebanyakan anak yang menggunakan Gadget berlebihan akan mengalami gangguan penglihatan atau rabun. Cahaya contrast dari gadget yang digunakan secara terus menerus punya efek yang buruk terhadap mata, ditambah lagi penggunaan Gadget yang diluar control oleh rang tua sehingga tidak menghiraukan jarak baca terhadap Gadget itu sendiri.

5.         Penyakit Mental

Penelitian di Bristol University  tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.

6.         Radiasi

WHO mengategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya. Apalagi, anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi karena otak dan sistem imun yang masih berkembang sehingga risiko mengalami masalah dari radiasi gadget lebih besar dari orang dewasa.

7.         Kecanduan

Bermacam bentuk teknologi media saat ini memproses informasi dengan sangat cepat. Akibatnya, anak terlalu cepat dalam memproses informasi, mereka malah cenderung jadi kurang bisa berkonsentrasi serta daya ingatnya menurun. Apanila anak-anak tidak bisa berkonsentrasi, maka tentu efek sampingnya mereka akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar.

8.         Perilaku Agresif

Media komunikasi yang sekarang makin tidak terkontrol terkadang menyuguhkan aksi kekerasan yang dapat menyebabkan anak menjadi lebih agresif. Ditambah kini banyak media maupun video game yang menampilkan perilaku-perilaku tindak kekerasan fisik dan seksual. Amerika Serikat sendiri bahkan memasukkan bentuk kekerasan dalam media sebagai sebuah risiko kesehatan masyarakat karena pengaruh negatifnya terhadap anak-anak.

9.         Kemampuan Sosialisasi Kurang

Pengguna gadget tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagai aplikasi yang ada. Namun anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung dengan bertatap muka. Itu sebabnya, pembatasan waktu dalam penggunaan gadget adalah jalan keluar terbaiknya.

10.      Proses Belajar Yang Tidak Berkelanjutan

Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak, bisa membuat proses belajarnya tidak kontinyu. Karena teknologi ini membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah, disebabkan kemudahan yang ditawarkan untuk mencari jalan pintas.

Memberikan gadget pada anak memang jalan termudah untuk membuatnya diam, sehingga kita tidak terlalu repot menjaganya. Namun, setelah mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak ini, tentu Parents tidak ingin  membiarkan tumbuh kembangnya terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan.

Mari bijak menggunakan teknologi, dan biarkan anak berkembang dengan baik tanpa hambatan.







No comments:

Post a Comment

Pages